Selamat Datang Di Blog "FindTheRightWay" Semoga kamu dapat mengambil semua hal positif yang ada di blog ini

Kamis, 20 September 2012

PSB SMK N 1 Purworejo 2012/2013

Selamat datang di blog saya, tak lupa dengan segala kerendahan hati saya ucapkan selamat membaca coretan saya. Mungkin bagi adik-adik yang saat ini duduk dibangku kelas 6 SD ataupun orang tua yang sedang mencari-cari referensi SMP Favorit/Terbaik se Kabupaten Purworejo, saya akan mencoba membantu mengulas beberapa SMP terbaik/favorit di Purworejo. Coretan dan ulasan ini tentunya atas dasar pengamatan pribadi dan beberapa sumber dan fakta di masyarakat Kabupaten Purworejo khususnya. Walaupun tentunya tak lepas dari unsur subyektivitas penulis tapi penulis berusaha seobyektif mungkin. Oke untuk SMP yang paling favorit di Purworejo ada dua yaitu SMP N 2 Purworejo dan SMP Ngeri 3 Purworejo tentunya ke dua SMP tersebut sudah sangat umum diketahui masyarakat Purworejo dan sudah menjadi buah bibir yang amat masak bahwa ke dua SMP tersebut adalah 2 besar ICON pendidikan setingkat SLTP di Purworejo. Bahkan kalau boleh penulis mengurutkan intensitas ke favoritan atau kasaranya kalau boleh penulis memeringkatkan beberapa SMP yang ada di Purworejo tanpa tendensi maupun mendiskreditkan salah satu lembaga yaitu sebgai berikut :

1. SMP NEGERI 2 PURWOREJO

Bangunan gedung sekolah ini mula-mula dibangun pada tahun 1917, oleh pemerintah Hindia Belanda. Bangunan asli berdiri di atas tanah seluas 6580 meter persegi, terdiri 7 ruang belajar, sebuah bangsal oleh pemerintah Hindia Belanda bangunan ini digunakan untuk ELS (  Europese Lagere School ) sebuah sekolah untuk anak-anak Belanda. SMPN2 ini terletak di jantung kota Purworejo sekolah ini adalah ex RSBI dan menduduki posisi teratas sebagai sekolah tervaforit/terbaik di Purworejo, tentunya sekolah ini menjadi terfavorit bagi masyarakat Purworejo kota ( warga domisili sekitar sekolah tersebut ). Sekolah ini selain mengadakan kelas reguler masa belajar 3 tahun, rupanya juga membuka kelas Akselerasi/Percepatan yaitu masa belajar 2 tahun. Untuk tahun lulusan 2010/2011 nilai UN dairih sekolah ini masuk 7 besar terbaik se Provinsi Jawa tengah sedangkan untuk tahun lulus 2013/2014 sekolah ini menduduki peringkat 2 terbaik provinsi jawa tengah dengan perolehan rata-rata nilai UN 36.71. Berdasarkan nilai masuk PPDB 2014 passing grade terbawah untuk diterima di SMPN2 yaitu siswa lulusan SD harus mempunyai nilai UN 26.85 dan passing grade tertinggi 29.55. Fantastis rupanya rerata nilai  UN SD yang masuk di SMPN2 tahun 2014 yaitu 27.76 dan bila dibagi dengan 3 mapel yaitu 9.25. sekolah ini biasanya setiap tahun ajaran baru menerima peserta didik baru sebanyak 192. Sekolah ini sangat seimbang jika dibandingkan apple to apple dengan SMPN3 walaupun sekolah ini satu tingkatan lebih mengungguli dari SMPN3. Output dari sekolah ini umumnya terkenal dengan istilah bedol desa melanjutkan di SMA Favorit di Purworejo yaitu SMA N 1 Purworejo, tapi bagi mereka yang terdepak atau punya motivasi lain biasanya memilih SMA/SMK dengan persaingan dibawah SMA1. Serta siswa-siswi di sekolah ini bersamaan dengan siswa-siswi SMPN3 sering mewakili kabupaten purworejo dalam berbagai ajang lomba bergengsi tingkat Provinsi bahkan sering juga  pulang berpenghargaan dan membawa medali dalam lomba tingkat nasional. Yang paling fenomenal adalah dibulan januari 2013 salah satu siswa SMPN2 berhasil meraih medali perunggu pada Olimpiade Sains Internasional di Teheran, Iran. Tak ketinggalan pula juara II tingkat Nasional penggalang putri.

2. SMP NEGERI 3 PURWOREJO
Bangunan gedung sekolah terfavorit/terbaik ke dua di Kabupaten Purworejo ini terletak strategis di pusat perekonomian kecamatan kutoarjo yaitu tepatnya di sebelah utara alun-alun Kutoarjo. Sekolah ini dulunya bernama SMP N 1 Kutoarjo yang tentunya sekolah ini sangat favorit bagi masyarakat yang berdomisili sekitar Kutoarjo, Bayan, Kemiri, Butuh, dan Grabag. SMP N 3 Purworejo adalah ex sekolah pertama kali di Kabupaten Purworejo yang menyandang rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di masanya. Kualitas dan mutu disekolah ini tak dapat dinafikan karena sekolah ini dalam berkompetisi selalu menjadi bayang-bayang/pesaing berat SMPN2 contohnya saat diadakanya pagelaran rutin pra UN yaitu TUC1 UN SMP se Kabupaten Purworejo yang terdiri dari 11 ribu siswa kelas IX dimana peringkat 100 besar hanyalah menjadi monopoli SMPN3 dan SMPN2. Untuk peringkat TUC1 100 besar kabupaten, SMPN3 menyumbangkan 45 siswa terbaiknya sedangkan SMPN2 hanya menyumbangkan 37 siswa, untuk peringkat 10 besar didominasi oleh siswa SMPN3 Purworejo maka dari itu sekolah ini dalam berkompetisi selalu menjadi bayang-bayang rival beratnya yaitu SMPN2 menurut penulis kualitas SMPN2 dan SMPN3 tidaklah jauh berbeda hanya sebatas unsur kerelatifan. SMPN3 Purworejo juga dikenal sebagai sekolah pencetak sang juara, sekolah ini juga tidak kalah eksis sering menjuarai berbagai ajang perlombaan. Untuk nilai masuk passing grade/nilai terbawah PPDB 2014 disekolah ini adalah 26.20  dan nilai tertingggi di sekolah ini yaitu 29.10 rata-rata (9.7). Namun daya tempung sekolah ini berbeda dengan jajaran sekolah peringkat teratas lainya. Kalau biasanya SMPN2, SMPN5, dan SMPN1 menerima peserta didik sebanyak 192 setiap tahunya akan tetapi SMPN3 menerima peserta didik baru lebih banyak dibanding rivalnya yaitu sebanyak 224 siswa baru. Jadi dengan daya tampung yang terbilang cukup banyak untuk sekolah yang kualitasnya tidak diragukan lagi menjadi nilai plus bagi calon siswa yang ingin mengakses pendidikan berkualitas di SMP N 3 Purworejo. Peringkat UN se provinsi jawa tengah untuk tahun 2010/2011 berhasil menduduki posisi 8 teratas di bawah SMPN2 sedangkan pada tahun lulus 2013/2014 SMPN3 sedikit mengalami kemrosotan yaitu peringkat 9 Provinsi Jawa Tengah. Saking banyaknya alumni dari sekolah ini sehingga mereka menyebar di berberapa SMA/SMK favorit tapi  tak kalah juga output/lulusan dari SMPN3 turut mendominasi bersamaan dengan SMPN2 yaitu mendominasi di SMA N 1 Purworejo. Biasanya juga alumni dari SMPN3 ada yang menyebar ke SMAN7, SMKN1, SMAN2, maupun SMKN2.

3. SMP NEGERI 5 PURWOREJO
SMPN 5 Purworejo adalah sekolah berstandar SSN yang beralamat di Jl. Wirotaman No. 8 Kutoarjo yaitu tepatnya di sebelah timur alun-alun kutoarjo atau di sebelah barat pasar hewan kutoarjo. Sekolah yang menduduki peringkat ke 3 terbaik/favorit di Kabupaten Purworejo ini adalah  SMP N 5 Purworejo yang dulunya bernama SMP N 2 Kutoarjo. Jikalau kita lihat berdasarkan fakta sekolah ini menjadi sekolah favorit ke dua setelah SMPN3 bagi masyarakat yang berdomisili sekitaran kutoarjo dan kemiri. Boleh dikata karena lokasinya bertetanggan sekolah ini selalu berebut peserta didik baru terbaik dengan SMPN3 Purworejo, bahkan sekolah ini sering menjadi tujuan alternatif anak SD yang mempunyai nilai UN tinggi tapi entah orang tuanya yang takut akan biaya jika memasukan anaknya ke SMPN3 yang sempat mengekslusifkan sebagai sekolah mahal karena statusnya RSBI, jadi sekolah ini banyak menjadi pelarian siswa-siswi SD yang mempunyai nilai UN tinggi, sekolah ini sangat terkenal dengan sekolah berkualitas tapi sangat merakyat. Sekolah ini menyediakan kelas reguler dan kelas imersi. Keduanya merupakan tipe kelas yang tidak berpengaruh terhadap waktu tempuh pendidikanya yaitu sama-sama 3 tahun, mungkin hanya berbeda jika kelas imersi siswa-siswi peringkat terataslah yang berhak menjajakan kemampuan otaknya untuk menikmati hidangan spesial penyampaian materi di kelas imersi sedangkan kelas reguler adalah kelas pada umumnya. Sekolah ini sangat seimbang jika dibandingkan head to head dengan SMP N 1 Purworejo. Sekolah ini dalam berkompetisi menjadi yang terbaik di Kabupaten Purworejo selalu bersaing dengan SMPN1 dimana sering bertengger antara posisi ke 3 terbaik dan terkadang ke 4 terbaik. Nilai masuk PPDB 2014 passing grade/nilai terbawah di sekolah ini yaitu 25.35 sedangkan nilai tertinggi yaitu 28.95 rerata (9.65). Untuk hasil UN 2014 sekolah ini menduduki peringkat 3 Kabupaten Purworejo namun belum bisa mencapai 10 besar peringkat provinsi layaknya SMPN2 dan SMPN3. Sangat membanggakan untuk sekolah ini dan kabupaten Purworejo tentunya saat momen kelulusan tahun 2013/2014 salah satu dari siswa SMPN5 mendapatkan predikat peringkat 1 nilai UN se Provinsi Jawa Tengah dengan nilai tertinggi se provinsi yaitu 39.20 mengungguli seluruh peserta UN SMP provinsi jateng. Berdasarkan pengamatan penulis output/lulusan dari sekolah ini lebih fleksibel biasanya mereka menyebar ke SMK/SMA favorit banyaknya ke SMKN1, SMAN2, SMKN2, dan biasanya yang melanjutkan ke SMA N 1 Purworejo sekitar 15 s.d. 30 siswa tidak berduyung-duyung bedol desa layaknya SMPN2 dan SMPN3.

4. SMP NEGERI 1 PURWOREJO
Sekolah ini menduduki peringkat ke 4 Kabupaten Purworejo dan tentunya sekolah yang berlokasi di sekitran pusat kota Purworejo ini menjadi favorit ke dua setelah SMPN2. Bangunan sekolah ini terletak sangat strategis di jantung kota Purworejo dimana letaknya berdampingan dengan SMAN7 di sebelah selatan museum Tosan Aji. Berdasarkan pengamatan penulis tanpa tendensi merendahkan sekolah ini sangat minim pembangunan bisa dilihat dari plang/papan nama sekolah untuk standar sekolah jajaran atas di kabupaten Purworejo yang masih terbuat dari lempengan tipis dari plat baja dimana rata-rata sekolah lain sudah menggunakan cor beton dan berhias perlak-perlik keramik. Serta bisa juga dilihat dari luar sangat kentara dimana lapangan basket yang sudah sangat uzur jeruji dan jejaring lapangan basket korosi termakan usia. Nilai plus dari bangunan sekolah ini masih mempertahankan warisan bangunan-bangunan budaya belanda dimana identik dengan ruangan sangat lega dan langit-langit yang ekstra luas sehingga suasana belajar di SMPN1 sangatlah nyaman serasa retro tempoe dulu bisa jadi diimjinasikan belajar tempo dulu tempo perjuangan melawan penjajahan dan penindasan lahir batin. Sangatlah wajar jika bangunan-bangunan SMPN1 merupakan bangunan-bangunan bercorak belanda karena sekolah ini adalah sekolah tertua di Kabupaten Purworejo. Konon sekolah ini dulu sempat menjadi SMPN terbaik Se Purworejo dan menjadi kiblat standar kualitas SMP Negeri di Purworejo. Seiring berjalanya waktu rotasi roda itu berputar tidaklah selalu diatas tapi terkadang dibawah juga, sehingga seiring dengan kuncup bunga menjadi layu lambat lahun kedigdayaan sekolah ini tersalip oleh rivalnya SMPN2 & SMPN3 dan sempat bertahun-tahun bertengger menduduki kursi no 3 terbaik Purworejo. Seiring dengan rona memerah matahari pagi menjadi siluet terbenamnya matahari sore usut punya usut dan omong punya omong posisi peringkat sekolah ini menurun satu tingkat dibawah posisi nyamanya yaitu peringkat 4 Purworejo dari berbagi ajang perhelatan uji coba UN maupun UN resmi yang diselenggarakan pemerintah pusat. PPDB 2014 passing grade/nilai terbawah sekolah ini yaitu 25.85 dan nilai tertinggi yaitu 28.75 sementara itu rata-rata nilai masuk SMPN1 adalah 26.6 rerata (8.86). Alumni/output dari sekolah ini terkenal dengan istilah lompat pagar setelah lulus dimana mereka banyak yang melanjutkan ke SMA N 7 Purworejo yang hanya berbatasan dengan sekat dinding diantara keduanya, sedangkan yang melanjutkan ke SMA N 1 Purworejo rata-rata sebanyak 20 s.d. 30 siswa tetap masih kalah banyak dengan alumni SMPN2 & SMPN3. Alumni sekolah ini relatif fleksibel banyak juga yang menyebar ke SMKN1, SMAN6, SMKN3, dan lain-lain.

5. SMP NEGERI 4 PURWOREJO
Bertengger di peringkat ke 5 Kabupaten Purworejo yaitu SMP N 4 Purworejo yang menjadi favorit ke tiga setelah SMPN2 dan SMPN1 karena sebagai jajaran sekolah yang terletak di jantung kota Purworejo. Sekolah ini beralamat di Jalan Urip Sumoharjo 62 Purworejo 54111 tepatnya di sebelah barat gedung kesenian Sarwo Edi Wibowo atau lebih tepatnya alun-alun Purworejo jalan perempatan pojok timur utara lurus ambil arah jarum jam 3. Bisa juga dibilang bertetanggaan dengan SMP N 2 Purworejo. Karena jaraknya tidak terpaut jauh dengan SMPN2 hanya bisa dijangkau dengan derap langkah nan gagah perkasa tanpa rasa lelah yang mengena. Jika anda melewati dan sekilas mengamati bangunan sekolah ini maka first impression untuk bangunan sekolah ini terkesan modern dan menurut pandangan penulis gedung sekolah ini sangat enak digerayangi dengan mata telanjang. Permainan arsitek dan penataan akan denah lokasi untuk sekolah ini boleh dikata sangatlah bagus dan modern sehingga ketakzimanpun patut dirasa. Sekolah ini adalah 3 dari SMP yang terletak di jantung kota Purworejo dimana menduduki 5 besar SMP terbaik Purworejo. Untuk PPDB 2014 pendaftar yang tentunya dari latar belakang pendidikan Sekolah Dasar dengan passing grade 25.15 dan nilai tertinggi 28.30 rata-rata (9.43). Alumni/output sekolah ini biasanya setelah lulus rata-rata melanjutkan ke SMKN1, SMKN3, SMAN7, SMAN3, SMAN6, SMAN5, dan biasanya bibit-bibit unggul penakhluk nilai UN dari sekolah ini segelintir berlarian memperebutkan bangku SMA N 1 Purworejo.

6. SMP NEGERI 8 PURWOREJO

Sekolah yang berlokasi di jalan raya 369 Purwodadi ini menduduki posisi ke 6 terfavorit kabupaten purworejo  dan tentunya menjadi kebanggaan dan favorit masyarakat kecamatan Purwodadi. Sekolah ini didirikan pada tahun 1965 dengan status SMP persiapan.  Penegerian berdasarkan surat keputusan SK Menteri P dan K RI nomor 0213 / C.1975 tanggal 26 – 09 - 1975, TMT : 01 – 10 – 1975. Sejak beroperasi sekolah ini sampai sekarang telah meluluskan sejumlah lebih dari 8000 siswa (Berdasarkan web sekolah). SMP N 8 Purworejo berdasarkan statistik rata-rata peringkat hasil TUC UN kabupaten menduduki peringkat 6 kabupaten dimana naik dari posisi sebelumnya 8 kabupaten. Jika kita lihat data hasil final penjaringan siswa baru tahun 2014/2015 PPDB SMP Purworejo untuk passing grade atau nilai minimal peserta didik baru di tahun tersebut 22.35 sedangkan nilai tertingginya 29.15. Kalau kita lihat berkiblat pada nilai tertinggi tahun tersebut memang sangat fantastis 29.15 hemat penulis jikalau sekolah mampu mengolah dengan maksimal anak tersebut akan menjadi bibit-bibit unggul yang membawa nama besar lembaga. Alumni/output dari sekolah ini biasanya menyebar tidak mendominasi di satu sekolah ada juga ke SMAN1, SMAN7, SMAN3, SMAN6, SMKN1, SMKN3, SMKN7, SMKN8 dll 



7. SMP NEGERI 20 PURWOREJO


Kecamatan tuju nyawa siapa yang tak kenal dengan istilah tersebut dimana SMP Negeri 20 Purworejo berlokasi. Sekolah ini dulu dikenal sebagai SMP Negeri 1 Pituruh yang diresmikan tanggal 18 Maret 1982. Sekolah ini jikalau boleh dikata terletak jauh dari pusat kota dengan  jarak hampir 30 km dari pusat kota. Walaupun sekolah ini terletak jauh dari peradaban kota dan boleh dikata di pinggiran namun tidak demikian dengan prestasinya, institusi ini mempunyai prestasi yang tidak kalah dengan sekolah yang ada di perkotaan karena dengan tekat pelayanan prima dari lembaga ini terhdap sosial ekonomi masyarakat sekitar kecamatan Pituruh. Bukti eksistensi akan prestasi sekolah ini adalah dimana pernah menjuarai OSN Biologi tingkat provinsi serta mutu dan kualitas sekolah ini tak ketinggalan pula dengan dibukanya kelas reguler dan kelas imersi layknya sekolah-sekolah kota SMPN1, SMPN, 4, dan SMPN5. Pada tahun 2005 SMP Negeri 20 ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional oleh Depatemen Pendidikan Nasional. Setali tiga uang dengan lokasi sekolah ini yang amat mewah maka kultur budaya pergaulan dari siswa-siswi di sekolah ini tentunya juga tidak terlalu neko-neko bisa dikata siswa-siswinya polos-polos. Berdasarkan PPDB 2013/2014 passing grade sekolah ini adalah 24.50 dan nilai tertinggi 28.55. Beberapa alumni sekolah ini biasanya  mereka mencoba atmosfer belajar yang berbeda dengan melanjutkan sekolah-sekolah yang ada di perkotaan ada yang ke SMAN1, SMAN7, SMAN2, SMKN1, SMKN2  dan lain-lain.



8. SMP N 7 PURWOREJO & SMP N 6 PURWOREJO


Untuk posisi ke delapan tentunya ada dua kandidat rival yang sama-sama bertengger, sulit membedakan mana yang lebih unggul diantara SMPN6 dan SMPN7. Untuk SMP N 6 Purworejo yaitu salah satu SMP yang terletak di jalan ksatria berada hampir di jantung kota Purworejo. Paassing grade PPDB SMPN6 untuk tahun 2014/2015 adalah 24.15 sedangkan nilai tertinggi tahun tersebut adalah 27.15. Output/alumni SMPN6 menyebar diberbagai sekolah pusat kota Purworejo dan sekitarnya misal SMKN1, SMKN3, SMKN7, SMKN8, SMAN1, SMAN2,SMAN3, SMAN7, SMAN8, SMAN9 dan lain-lain.
Sedangkan ulasan singkat untuk SMP N 7 Purworejo yaitu SMP Negeri 7 Purworejo berlokasi di Desa Dukuhdungus, Kecamatan Grabag, dijalan Kutoarjo-Ketawang Kabupaten Purworejo. Sekolah ni tentunya adalah sekolah kebanggaan dan menjadi tervfavorit bagi masyarakat Kecamatan Grabag. SMP N 7 Purworejo dulunya bernama SMP Negeri 1 Grabag adalah SMP yang didirikan pertama kali di wilayah kecamatan Grabag, memperoleh penegerian pada tanggal 13 Oktober 1975 yang sekaligus di peringati sebagai Hari Jadi SMP Negeri 7 Purworejo. Di tahun 2005 SMP Negeri 7 Purworejo menjadi Sekolah Standar Nasional. Prestasi baik akademik dan non akademik SMP N 7 Purworejo menempati peringkat 1 di wilayah kecamatan Grabag, dan selalu masuk peringkat 10 besar untuk tingkat Kabupaten Purworejo, bahkan untuk beberapa perlombaan SMP N 7 Purworejo mampu menjadi juara 1 tingkat Kabupaten. Untuk passing grade di PPDB 2013/2014 passing grade adalah 23.60 dan nilai tertinggi untuk SMP kebanggaan masyarakat Grabag ini 28.35. Output/alumni sekolah ini jika siswi dan memilih studi lanjut SMK biasanya berlarian ke SMKN2, jika siswa berpencar ke SMKN1, SMKN4, SMKN6, dan hanya jika memilh ke melanjutkan ke SMA mayoritas alumni sekolah ini melanjutkan ke SMAN2, sebagian kecil  ke SMAN1, SMAN6, & SMAN7. 

9. SMP DARUL HIKMAH KUTOARJO & SMP IT ULUL ALBAB PURWOREJO
Tak disangka posisi SMP favorit dan sering menduduki 10 besar hasil UN Kabupaten adalah ke dua SMP Boarding School. Pondok pesantren atau bahasa kerenya boardig school yaitu sekolah dengan fasilitas dimana para siswa-siswi diasramakan. Pendidikan dengan sistem boarding school ini adalah pendidikan yang terintegrasi, yaitu mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali setiap siswa diawasi serta pelajaran formal maupun non formal diberikan selama 24 jam nonstop. Interaksi siswa yang disekolahkan di boarding school sangat berbeda dengan yang disekolahkan di SMP Negeri/swasta pada umumnya. Biasanya siswa-siswi di kedua sekolah ini sangat mandiri serta terbiasa mengurus sendiri dan disiplin waktu.
 * SMP DARUL HIKMAH KUTOARJO *









Darul Hikmah adalah sebuah SMP yang lokasinya berada di utara pasar Kutoarjo sekolah ini memiliki visi sebagai sekolah boarding school yang menghasilkan lulusan cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Menurut penulis sekolah ini mempunyai berbagai keunggulan dalam mendidik siswa dimana siswa tidak hanya diberikan materi untuk bekal dunia semata melainkan materi-materi keagamaan yang tidak didapatkan di SMP umum karena pada hakikatnya pendidikan bukan sekadar proses transformasi ilmu dan teknologi saja. Pendidikan adalah sebuah proses pengembangan dan pembinaan manusia agar memiliki integritas iman, ilmu, dan amal. Untuk masuk ke sekolah ini tidak semudah mendaftar di SMP Negeri pada umumnya yang hanya menggunakan nilai UN semata, mereka yang mendaftar di sekolah ini menjalani serangkaian seleksi dari tes administrasi, psikotes, tes wawancara, dan tes tertulis.Walaupun status sekolah ini swasta ( bukan milik pemerintah ) prestasinya tidak dapat diragukan lagi misal di tahun 2012 untuk lomba English Speech Contest tingkat SMP se- Kabupaten Purworejo yang diadakan oleh SMK N 1 Purworejo SMP ini berhasil menjadi Juara 1 mengalahkan SMP terfavorit dengan hasil SMP DARUL HIKMAH juara 1, SMPN2 juara 2, SMPN1 juara 3, SMPN3 juara harapan 1. Rata-rata nilai UN dari sekolah ini juga selalu menduduki posisi 10 besar terbaik se Kabupaten Purworejo. Alumni dari sekolah ini tidak selalu melanjutkan ke SMA dengan yayasan yang sama alumni dari SMP ini ada yang  ke SMAN1, SMAN2, SMAN7, SMKN1 dan lain-lain.

 *SMP IT ULUL ALBAB PURWOREJO*
SMP IT Ulul Albab yaitu sekolah dengan kurikulum Islam Terpadu ( IT ) yang merupakan boarding school dimana mengedepankan kualitas untuk mewujudkan pendidikan keislaman yang berkualitas dalam bingkai iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Visi sekolah ini adalah menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berakhlak mulia. Sekolah ini terletak di kecamatan bayan kutoarjo bersamaan dengan asramanya. Boleh dikata sekolah ini baru seumur jagung tapi untuk prestasi nilai UN sekolah ini tidak kalah dengan sekolah-sekolah negeri lainya. Menjadi siswa-siswi disekolah ini harus melalui beberapa tahapan seleksi tidak hanya menggunakan nilai UN semata layaknya SMP Negeri lain. Penulis sendiri berharap dengan bermunculanya boarding-boarding school di Purworejo dengan manajeman modern bisa menghasilkan anak-anak yang memiliki aqidah benar dan berakhlakul karimah. Serta supaya mereka yang disekolahkan disini memiliki keilmuan mumpuni, keislaman yang tinggi, kratifitas tinggi, dan kemandirian guna menjawab tantangan masa depan. 

10. SMP NEGERI 18 PURWOREJO
SMP N 18 Purworejo menduduki posisi 10 besar favorit dan terbaik di kabupaten Purworejo, sekolah ini menjadi sekolah paling favorit bagi masyarakat kecamatan Kemiri yang dulunya dikenal dengan nama SMP N 1 Kemiri, wajar karena lokasinya di kecamatan Kemiri. Kendati gedung sekolah ini terletak jauh dari pusat kota dan sangat mewah ( mefet sawah ), tetapi hal itu tidak menyurutkan segenap warga sekolah untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Karena itu tidaklah mengherankan jika sederet prestasi berhasil dikoleksi oleh SMP Negeri 18 Purworejo.  Harus diakui, sekolah yang terletak di Jalan Raya Kemiri-Pituruh ini tahun demi tahun terus mengalami peningkatan. Berkat pencapaian prestasi yang diraih, SMP Negeri 18 kini namanya melejit dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang berada di kota. Walaupun SMP Negeri 18 Purworejo merupakan sekolah umum, namun dalam bidang keagamaan bisa dikata lumayan menonjol. Karena itu, SMP Negeri 18 Purworejo yang mempunyai visi Meraih Prestasi Berpijak Pada Budaya Bangsa ini mayoritas siswanya pasti sudah khatam dalam membaca Alquran 30 Juz yang masuk dalam progam sekolah. Beberapa prestasi di tahun ajaran 2011/2012 antara lain juara 3 LCC tingkat kabupaten, juara 2 kejuaraan Pencak Silat Putra tingkat Provinsi, juara 3 MTQ Pelajar tingkat kabupaten, juara 3 Jumbara PMR tingkat kabupaten, juara 1 Lomba Lukis tingkat kabupaten, juara 1 FLS2N tingkat kabupaten dan juara 1 Tenis Meja tingkat kabupaten, dan lain-lain. Bisa kita lihat PPDB 2014 passing grade atau NEM masuk minimal 22.05 dengan nilai tertinggi 28.70. Sekolah yang sudah terkreditasi A ini akan terus meningkatkan prestasinya dan berbanding lurus dengan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Hal itu karena dilihat output SMP Negeri 18 Purworejo yang banyak diterima di sekolah-sekolah negeri kategori favorit di Kabupaten Purworejo misal SMAN2, SMAN4, SMAN7, SMAN1, SMKN1, SMKN2, SMKN4, SMKN6, dan lain-lain.


 










Refleksi :
Deretan 10 besar SMP Favorit kabupaten Purworejo tersebut kiranya cukup menjadi pertimbangan bagi adik-adik SD yang ingin memilih melanjutkan di sekolah idaman ataupun orang tua untuk memilih menyekolahkan anaknya di SMP mana. Tentunya 10 besar sekolah favorit diatas memiliki kurikulum, pendekatan, cara pengajaran, serta nilai-nilai yang berbeda-beda, terlebih untuk sekolah umum/negeri dengan sekolah swasta berbasis islam memiliki rundown sistem yang sangatlah berbeda. Jikalau penulis sendiri memiliki anak maka akan memilih deretan sekolah diatas dengan berbagai macam aspek pertimbangan. Seandainya anak penulis mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun, maka penulis akan menganologikan dengan rumus rasionalisasi atas beberapa pertimbangan :

  1. Berdasarkan teori jarak tempuh jika anak saya mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun sedangkan tempat tinggal saya berada di kecamatan Kemiri maka dengan penekanan hasil pertimbangan pada jarak  tidak mungkin saya akan menyekolahkan anak jauh-jauh ke SMPN2 dengan jarak tempuh pulang pergi hampir 50 KM, tentunya saya lebih memilih menyekolahkan anak saya ke SMP N 18 Purworejo yang lokasinya berada di kecamatan Kemiri sekalipun anak saya mempunyai nilai UN 29 koma. Terlebih untuk anak SMP yang usianya masih 12 tahunan.
  2. Jika anak saya mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun dan tempat tinggal saya berada di Kutoarjo berdasarkan aspek kwalitas dan semangat bersaing maka tentunya penulis akan menyekolahkan anaknya di SMP N 3 Purworejo. 
  3. Jika anak saya mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun dan tempat tiggal saya di Purworejo kota berdasarkan pertimbangan pengembangan potensi anak secara maksimal maka penulis akan menyekolahkan anaknya di SMP N 2 Purworejo.
  4. Jika anak saya mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun dan tempat tinggal saya di daerah kutoarjo dengan aspek pertimbangan lingkungan yang plural dan sekolah merakyat maka saya lebih memilih menyekolahkan anak saya di SMP N 5 Purworejo, karena terbukti SMP inilah SMP merakyat dengan siswa-siswi yang sangat plural.
  5. Jika anak saya mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun dan tempat tinggal saya di sekitar Purworejo kota atas dasar pertimbangan pada aspek nurani si anak dan hanya jika saya berambisi menyekolahkan ke SMP N 2, sedangkan permintaan anak ke SMP N 4 Purworejo, maka berdasar aspek kata hati nurani anak saya akan lebih memilih menyekolahkan anak di SMP N 4 Purworejo. Saya tidak menginginkan anak saya termakan ambisi saya biarlah dia menjalani apa yang dia inginkan dibawah kontrol saya sebagai orang tua tentunya. Karena tidak jarang diera menonjolnya kegengsian semata banyak anak-anak bersekolah dan merasa tertekan akibat dari ambisi dan cita-cita orang tua semata.
  6. Jika anak saya mendapatkan golden ticket bebas masuk SMP manapun tanpa mencantumkan asas tempat tinggal namun tetap mempertimbangkan aspek keagamaan maka saya lebih memilih menyekolahkan anak saya ke Boarding School yaitu SMP Darul Hikmah Kutoarjo maupun SMP IT Ulul Albab.


Masing-masing deretan sekolah diatas mempunyai ciri khas yang unik satu sama lain, paparan diatas bukan bermaksud mendikotomikan antara SMP favorit dan tidak favorit. Timbul pertanyaan saya benarkah keberhasilan siswa di sekolah favorit adalah benar-benar akibat sekolah mereka yang benar-benar bagus?  Maka saya akan menjawab pertanyaan ini dengan jawaban tidak walaupun mungkin bisa 'IYA". Pertanyaan dijawab tidak karena dapat dilihat pada faktor input siswa. Siswa yang masuk di sekolah-sekolah favorit sudah melewati seleksi yang ketat, sehingga sebenarnya kualitas mereka sudah baik sebelum mereka masuk di sekolah tersebut. Dengan kata lain, ini bukan disebabkan kepandaian sekolah memoles siswanya sehingga menjadi pintar, namun lebih disebabkan sejak awal siswa tersebut memang sudah pintar. Hal ini dapat kita bandingkan dengan kondisi di sekolah-sekolah yang tidak favorit. Mereka lebih banyak menerima siswa yang tidak berhasil diterima di sekolah favorit. Secara sistemik, inilah alasan kuat untuk mengatakan sekolah favorit bukanlah sekolah hebat karena pada dasarnya input mereka sudah baik. Namun pertanyaan saya tadi meungkinkan untuk dijawab "IYA"  karena sekolah favorit dapat mencetak siswa yang “lebih pintar” dengan didukung  fasilitas yang lebih lengkap. Jika kita bandingkan dengan sekolah tidak favorit. Fasilitas mereka tidak selengkap fasilitas sekolah favorit. Jika beracuan pada kata "TIDAK" dengan lantang saya katakan tidaklah ada sekolah yang jauh lebih bagus menggungguli ratusan tingkatan dari sekolah lain melainkan sekolah itu bagus dan baik dikarenakan ada sekumpulan anak-anak pintar hasil seleksi, dan bukanlah sekolah itu yang bagus. Pada dasarnya sekolah dimanapun sama tergantung siswanya sendiri apakah serius atau tidak menjalaninya dengan rasa penuh tanggung jawab untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.

Sumber-sumber :










Liga Kampus XI




      Liga Kampus merupakan acara besar yang diprakarsai oleh Pengurus OSIS SMK N 1 Purworejo, merupakan acara tahunan pertandingan sepak bola antar kelas siswa SMK Negeri 1 Purworejo yang memperebutkan tropi bergilir. Pembukaan liga kampus XI SMK Negeri 1 Purworejo dimulai hari Minggu, tanggal 13 Mei 2012, Pukul 08.00 WIB Dengan tim pertama dan sekaligus pembuka liga kampus XI yaitu kelas XI TKRB dengan X TITLA.
        Acara dibuka oleh Drs. Achmad Mahmud dengan penyerahan bola sebagai simbolis dari Drs. Achmad Mahmud Kepada ketua panitia Liga Kampus XI. Dan diselingi wejangan oleh Drs. Sugito Yang berisi tentang menjunjung tinggi sportifitas.
     Acara selanjutnya digelar setiap pulang sekolah dari hari senin sampai kamis jam 15.30 hingga 17.30, hari jumat dari jam 13.30 hingga jam 15.00 dan hari minggu dari jam 08.00 hingga jam 12.00/13.30 hingga jam 17.00. Guna menghantarkan tim-tim untuk menuju semi final. Dan akhirnya diperoleh tim-tim yang masuk semi final yaitu XI TITLB, X TITLA, X TF, XI Las. Dan kemudian yang berhasil lolos dalam babak final adalah XI Las dan XI TITLA. Kemudian diperolehlah juaranya yaitu kelas XI Las.

Sabtu, 14 Januari 2012

"PSSI" (Pengabdian Super Seorang Istri)

"Cerita ini saya ambil dari catatan salah satu temen Fb saya"
Sebelum baca siapkan air mata ya...!!!!
Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)
***
Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..
Pernikahan kami sederhana namun meriah….
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …
“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”
Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”
“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.
“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.
”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.


Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

--->
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
----->>
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.
“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.
“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.
“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.
Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.
‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”
Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”
”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?
------>>>
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Akusave di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
“Apakah kamu sudah siap?”
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…
“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan..
Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”
”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
------->>>>
Keesokan harinya…
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”
“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.
Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?
Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?
Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
==========================
===========================
Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah..
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan
ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi..
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela..
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.
''Ayah.. aku kangen Ayah..'
================================================== ===
’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..
Bunda akan selalu hidup dihati ayah..
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..
’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.
Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
’’Ayah Sayang Bunda…."